Belajar menulis
Mengajari Anak Menulis Namanya Sendiri, Langkah demi Langkah
Tidak ada kata yang lebih istimewa untuk seorang anak selain namanya sendiri. Karena itu, nama sering jadi pintu masuk terbaik untuk belajar menulis.
Sebelum mulai
Pastikan si kecil sudah nyaman membuat garis lurus, garis miring, dan lingkaran, karena semua huruf tersusun dari bentuk-bentuk itu. Kalau belum, ajak bermain kegiatan motorik halus dulu.
Lima langkah
- Kenali namanya sebagai gambar. Tulis namanya besar-besar dan tempel di pintu kamar, botol minum, atau tas. Ajak ia menunjuk: "Mana nama kamu?"
- Fokus ke huruf pertama. "Nama kamu diawali huruf A!" Cari huruf A di sekitar rumah dan di buku.
- Bentuk hurufnya dengan tangan. Susun namanya dari play dough, stik es krim, atau huruf magnet.
- Tebalkan. Tulis namanya dengan garis titik-titik, beri titik tanda mulai, lalu ajak ia menebalkan. Mulai dari huruf besar di awal, huruf kecil sesudahnya.
- Tulis dengan contoh, lalu tanpa contoh. Contoh di atas, ia menulis di bawahnya. Lama-lama contohnya bisa dilepas.
Huruf kapital semua atau tidak?
Banyak anak lebih mudah menulis huruf kapital karena bentuknya lurus. Tapi sejak awal, sebaiknya tunjukkan cara penulisan nama yang benar: huruf besar di awal, lalu huruf kecil (Aisyah, bukan AISYAH). Ini membiasakan bentuk yang akan ia pakai di sekolah.
Rayakan setiap usaha
Nama pertama yang ditulis sendiri, walaupun hurufnya miring dan ukurannya berbeda-beda, layak dipajang di kulkas. Rasa bangga itu yang membuatnya ingin menulis lagi.
KidoSheet dengan nama si kecil
Di setiap KidoSheet, nama anak tercetak di sampul dan di setiap halaman. Huruf yang dipelajari bisa dipilih dari huruf-huruf namanya sendiri.
Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.
Baca juga
Persiapan sekolah
Persiapan Masuk SD: Apa Saja yang Perlu Dikuasai Anak?
Bukan cuma calistung. Kenali enam kemampuan fondasi yang menurut Kemendikbudristek penting untuk anak masuk SD, dan cara melatihnya di rumah.
6 menit baca →
Persiapan sekolah
Calistung untuk Anak TK: Perlu atau Tidak?
Tes calistung tidak boleh jadi syarat masuk SD. Lalu, perlukah anak TK belajar membaca, menulis, dan berhitung? Begini cara yang tepat.
5 menit baca →