Belajar huruf
Cara Mengenalkan Huruf ke Anak 3–5 Tahun Tanpa Memaksa
Ada anak yang hafal ABC lewat lagu, tapi bingung saat ditunjukkan huruf B di buku. Itu wajar. Menghafal urutan dan mengenali bentuk huruf adalah dua hal yang berbeda. Yang kedua butuh waktu, pengulangan, dan suasana yang menyenangkan.
1. Mulai dari huruf yang paling berarti: namanya
Huruf pertama yang paling mudah diingat anak biasanya huruf awal namanya sendiri. "Ini huruf A, seperti A di nama Aisyah!" Tempel namanya di pintu kamar atau di botol minumnya.
2. Kenalkan bunyinya, bukan hanya namanya
Selain menyebut nama huruf ("be"), ucapkan juga bunyinya ("b... b... bola"). Bunyi inilah yang nanti membantu anak saat mulai membaca kata.
3. Satu sampai tiga huruf seminggu sudah cukup
Tidak perlu terburu-buru sampai Z. Lebih baik sedikit tapi benar-benar dikenal, lalu diulang di banyak kesempatan.
4. Pakai dunia yang ia sukai
Suka dinosaurus? D untuk dinosaurus. Suka kendaraan? M untuk mobil, K untuk kereta. Anak lebih semangat belajar kalau contohnya datang dari hal yang ia cintai.
5. Libatkan seluruh indra
- Menulis huruf di nampan pasir atau tepung.
- Membentuk huruf dari play dough atau sedotan.
- Menelusuri huruf dengan jari sambil mengucapkan bunyinya.
6. Kenalkan huruf besar dan kecil berpasangan
A dan a, B dan b. Saat anak melihat keduanya bersama, ia belajar bahwa keduanya "keluarga" yang bunyinya sama.
7. Berhenti saat masih senang
Tanda anak sudah lelah biasanya jelas: mulai rewel, mengalihkan perhatian, atau mencoret asal. Saat itu, tutup kegiatannya dengan pujian. Besok bisa disambung lagi. Yang membuat anak ingin kembali belajar adalah perasaan berhasil, bukan banyaknya halaman yang selesai.
Biar belajarnya terasa personal
KidoSheet menggabungkan semua cara di atas dalam satu paket: namanya di setiap halaman, huruf besar dan kecil berpasangan, contoh kata dari minat si kecil, lalu aktivitas menebalkan, mencari, dan mewarnai. Bunda & Ayah tinggal memilih hurufnya.
Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.
Baca juga
Persiapan sekolah
Persiapan Masuk SD: Apa Saja yang Perlu Dikuasai Anak?
Bukan cuma calistung. Kenali enam kemampuan fondasi yang menurut Kemendikbudristek penting untuk anak masuk SD, dan cara melatihnya di rumah.
6 menit baca →
Persiapan sekolah
Calistung untuk Anak TK: Perlu atau Tidak?
Tes calistung tidak boleh jadi syarat masuk SD. Lalu, perlukah anak TK belajar membaca, menulis, dan berhitung? Begini cara yang tepat.
5 menit baca →