Persiapan sekolah

Calistung untuk Anak TK: Perlu atau Tidak?

15 Oktober 2026  ·  5 menit baca  ·  Tim KIDO

"Anak tetangga umur 5 sudah lancar membaca, anakku belum." Perasaan cemas seperti ini sangat umum. Apalagi banyak orang tua pernah mendengar bahwa masuk SD harus lulus tes calistung. Bagaimana sebenarnya?

Aturannya: calistung bukan syarat masuk SD

Kemendikbudristek menegaskan bahwa sekolah tidak boleh menggunakan tes calistung dalam penerimaan peserta didik baru SD/MI. Larangan ini sebenarnya sudah ada di peraturan sebelumnya, lalu dipertegas lewat program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan pada 2023. Program yang sama juga meminta SD mengadakan masa perkenalan dua minggu untuk murid baru.

Jadi, tidak perlu belajar calistung?

Bukan begitu. Menurut Mendikbudristek saat itu, calistung tetap penting dikenalkan di PAUD. Masalahnya adalah anggapan bahwa calistung satu-satunya hal yang penting, dan cara mengajarkannya yang terlalu memaksa. Anak bisa merasa belajar itu tidak menyenangkan sejak dini.

Jadi pertanyaannya bukan "perlu atau tidak", tetapi "bagaimana caranya?"

Calistung yang pas untuk anak TK

Kurang pasLebih pas
MembacaMenghafal "be-a ba" berulang-ulang setiap hariDibacakan buku, mengenal bunyi huruf di namanya, main tebak huruf awal benda
MenulisMenyalin satu halaman huruf sampai rapiLatihan garis dan bentuk, menebalkan nama sendiri, menggambar bebas
BerhitungMenghafal penjumlahan di kertasMenghitung anak tangga, membagi kue, bermain dadu dan ular tangga

Tanda belajarnya sudah kebablasan

Kalau tanda-tanda ini muncul, rehat dulu beberapa hari. Ganti dengan bermain yang tetap melatih fondasinya, misalnya meronce, bermain play dough, atau membacakan cerita.

Prinsipnya: sedikit, sering, dan senang

Sepuluh sampai lima belas menit sehari, dengan aktivitas yang beragam dan pujian untuk usahanya, jauh lebih efektif daripada satu jam yang penuh air mata. Yang ingin kita jaga adalah rasa ingin tahunya, karena itu bekal paling penting untuk belajar di SD nanti.

Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.

Sumber

Baca juga