Belajar huruf

Bunyi Huruf atau Nama Huruf, Mana yang Diajarkan Dulu?

14 Oktober 2026  ·  4 menit baca  ·  Tim KIDO

Huruf B punya nama "be". Tapi saat ada di kata "bola", yang terdengar bukan "be-o-la", melainkan "b... o... la". Inilah bedanya nama huruf dan bunyi huruf.

Apa bedanya?

Saat mulai membaca, anak menggabungkan bunyi, bukan nama. B-O-L-A dibaca dengan merangkai bunyinya jadi "bola". Karena itu, mengenal bunyi huruf sangat membantu anak saat tiba waktunya membaca.

Jadi, mana yang dulu?

Tidak harus memilih. Yang paling praktis: kenalkan keduanya bersamaan, dengan penekanan pada bunyi. Misalnya: "Ini huruf be. Bunyinya b... b... seperti di bola!"

Bahasa Indonesia lebih bersahabat

Kabar baik untuk Bunda & Ayah: dalam bahasa Indonesia, bunyi huruf umumnya konsisten. Huruf A hampir selalu berbunyi /a/, berbeda dengan bahasa Inggris yang satu hurufnya bisa punya banyak bunyi. Ini membuat anak lebih mudah menyambungkan huruf menjadi kata.

Cara seru mengenalkan bunyi huruf

Yang perlu diingat

Saat mengucapkan bunyi, usahakan pendek dan bersih: "b", bukan "beh" atau "buh". Bunyi yang bersih membuat anak lebih mudah merangkainya nanti.

Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.

Baca juga