Kebiasaan

Anak Menolak Diajak Belajar? Coba 7 Cara Ini

14 Oktober 2026  ·  5 menit baca  ·  Tim KIDO

Lembar kerja sudah disiapkan, krayon sudah di meja. Tapi si kecil malah lari, menangis, atau berkata "Nggak mau!" Hampir semua orang tua pernah mengalaminya.

Kenapa anak menolak?

7 cara mengajaknya kembali

  1. Turunkan tingkat kesulitannya. Mundur satu langkah ke kegiatan yang pasti bisa ia selesaikan, supaya ia merasakan berhasil lebih dulu.
  2. Persingkat. Satu halaman saja, atau lima menit saja. Berhenti saat ia masih senang.
  3. Pakai minatnya. Anak penyuka dinosaurus akan lebih semangat menebalkan huruf D di samping gambar dinosaurus.
  4. Beri pilihan. "Mau pakai krayon merah atau biru?" atau "Mau halaman mewarnai atau mencari huruf?" Pilihan kecil membuatnya merasa punya kendali.
  5. Ikut mengerjakan. Bunda mengerjakan lembarnya sendiri di samping si kecil. Anak suka meniru.
  6. Pilih waktu yang pas. Setelah makan dan istirahat, bukan saat menjelang tidur.
  7. Puji prosesnya. "Kamu sabar sekali tadi!" lebih bermakna daripada "Pintar!"

Kalau tetap tidak mau?

Tidak apa-apa melewatkan satu hari. Bermain bebas, membaca cerita, dan membantu di dapur juga bagian dari belajar. Yang penting, belajar tetap terasa sebagai hal yang menyenangkan, bukan hal yang ditakuti.

Kalau penolakan terjadi terus-menerus dan disertai kekhawatiran lain, tidak ada salahnya bercerita kepada guru PAUD/TK atau dokter anak.

Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.

Baca juga