Aktivitas di rumah

Belajar Tanpa Layar: 8 Aktivitas Seru untuk Balita di Rumah

14 Oktober 2026  ·  5 menit baca  ·  Tim KIDO

"Sebentar ya, Bunda masak dulu." Lalu HP berpindah tangan. Situasi ini akrab sekali, dan wajar. Tapi Bunda & Ayah pasti juga ingin si kecil punya pilihan kegiatan lain yang sama serunya, tanpa layar.

Berapa lama screen time yang disarankan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan:

Saat anak sedang duduk tenang, WHO justru menyarankan kegiatan seperti membaca dan bercerita bersama. Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengingatkan hal serupa: kalaupun ada video call dengan keluarga yang jauh, anak tetap didampingi, bukan diberi HP lalu ditinggal.

Layar bukan musuh. Kuncinya seimbang, dan anak punya cukup banyak kegiatan lain yang membuatnya sibuk dan senang.

8 aktivitas tanpa layar yang mudah disiapkan

  1. Membaca dan mendongeng. Biarkan si kecil memilih bukunya, lalu ajak ia menebak cerita selanjutnya.
  2. Lembar kerja menebalkan dan mewarnai. Melatih genggaman, fokus, dan koordinasi tangan-mata. Pilih yang bergambar hal favoritnya supaya ia betah.
  3. Play dough. Membuat ular, bola, lalu huruf awal namanya.
  4. Berburu huruf di rumah. "Cari benda yang diawali huruf B!" Bola, buku, bantal.
  5. Memilah warna. Kumpulkan mainan, lalu kelompokkan ke wadah sesuai warnanya.
  6. Kolase kertas. Sobek kertas warna-warni dan tempel jadi gambar.
  7. Nampan sensori. Isi wadah dengan beras atau kacang hijau, sembunyikan mainan kecil, lalu cari bersama. Selalu diawasi ya.
  8. Membantu di dapur. Mencuci sayur, menuang air, atau menyusun piring. Kegiatan nyata yang membuat anak merasa dipercaya.

Supaya jadi kebiasaan

KidoSheet untuk kotak aktivitasmu

KidoSheet dibuat untuk dikerjakan di atas kertas, dengan pensil dan krayon. Desainnya bersih supaya tidak membuat anak terlalu terstimulasi, dan bisa dicetak berkali-kali, bahkan dilaminasi jadi busy book.

Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.

Sumber

Baca juga