Aktivitas di rumah
Belajar Tanpa Layar: 8 Aktivitas Seru untuk Balita di Rumah
"Sebentar ya, Bunda masak dulu." Lalu HP berpindah tangan. Situasi ini akrab sekali, dan wajar. Tapi Bunda & Ayah pasti juga ingin si kecil punya pilihan kegiatan lain yang sama serunya, tanpa layar.
Berapa lama screen time yang disarankan?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan:
- Di bawah 2 tahun: screen time pasif seperti menonton video sebaiknya tidak diberikan.
- 2–4 tahun: paling lama 1 jam sehari, dan makin sedikit makin baik.
Saat anak sedang duduk tenang, WHO justru menyarankan kegiatan seperti membaca dan bercerita bersama. Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mengingatkan hal serupa: kalaupun ada video call dengan keluarga yang jauh, anak tetap didampingi, bukan diberi HP lalu ditinggal.
Layar bukan musuh. Kuncinya seimbang, dan anak punya cukup banyak kegiatan lain yang membuatnya sibuk dan senang.
8 aktivitas tanpa layar yang mudah disiapkan
- Membaca dan mendongeng. Biarkan si kecil memilih bukunya, lalu ajak ia menebak cerita selanjutnya.
- Lembar kerja menebalkan dan mewarnai. Melatih genggaman, fokus, dan koordinasi tangan-mata. Pilih yang bergambar hal favoritnya supaya ia betah.
- Play dough. Membuat ular, bola, lalu huruf awal namanya.
- Berburu huruf di rumah. "Cari benda yang diawali huruf B!" Bola, buku, bantal.
- Memilah warna. Kumpulkan mainan, lalu kelompokkan ke wadah sesuai warnanya.
- Kolase kertas. Sobek kertas warna-warni dan tempel jadi gambar.
- Nampan sensori. Isi wadah dengan beras atau kacang hijau, sembunyikan mainan kecil, lalu cari bersama. Selalu diawasi ya.
- Membantu di dapur. Mencuci sayur, menuang air, atau menyusun piring. Kegiatan nyata yang membuat anak merasa dipercaya.
Supaya jadi kebiasaan
- Siapkan "kotak aktivitas". Isi krayon, lembar kerja, dan play dough, lalu taruh di tempat yang mudah dijangkau.
- Buat sudut belajar kecil. Meja pendek dan cahaya yang cukup sudah lebih dari cukup.
- Jadikan rutinitas. Misalnya 15 menit setelah mandi sore. Anak lebih mudah diajak kalau sudah tahu "sekarang waktunya".
KidoSheet untuk kotak aktivitasmu
KidoSheet dibuat untuk dikerjakan di atas kertas, dengan pensil dan krayon. Desainnya bersih supaya tidak membuat anak terlalu terstimulasi, dan bisa dicetak berkali-kali, bahkan dilaminasi jadi busy book.
Setiap anak tumbuh dengan kecepatannya sendiri. Usia di artikel ini adalah perkiraan umum, bukan patokan. Kalau Bunda & Ayah punya kekhawatiran tentang tumbuh kembang si kecil, konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga ahli tumbuh kembang.
Sumber
Baca juga
Persiapan sekolah
Persiapan Masuk SD: Apa Saja yang Perlu Dikuasai Anak?
Bukan cuma calistung. Kenali enam kemampuan fondasi yang menurut Kemendikbudristek penting untuk anak masuk SD, dan cara melatihnya di rumah.
6 menit baca →
Persiapan sekolah
Calistung untuk Anak TK: Perlu atau Tidak?
Tes calistung tidak boleh jadi syarat masuk SD. Lalu, perlukah anak TK belajar membaca, menulis, dan berhitung? Begini cara yang tepat.
5 menit baca →